Artikel
Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan
Upaya pencegahan kekerasan seksual tidak cukup dilakukan melalui imbauan moral semata. Diperlukan pemahaman mengenai perilaku yang melanggar batas pribadi, kesadaran terhadap relasi kuasa, keberanian untuk mencari bantuan, serta sistem kampus yang mendukung pencegahan dan penanganan laporan.
Kekerasan Seksual di Ruang Digital: Ancaman yang Perlu Diwaspadai Mahasiswa
Perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Internet memudahkan proses belajar, komunikasi, organisasi, hingga membangun jejaring sosial. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat ancaman yang semakin nyata, salah satunya adalah kekerasan seksual di ruang digital. Kekerasan seksual digital merupakan tindakan bernuansa seksual yang dilakukan melalui teknologi, media sosial, aplikasi pesan, atau platform daring tanpa persetujuan korban. Bentuknya beragam, mulai dari komentar seksual, pengiriman gambar tidak senonoh, ancaman penyebaran foto pribadi, hingga penyebaran konten intim tanpa izin.
Mengenal Jenis-Jenis Kekerasan Seksual: Kriteria, Contoh, dan Upaya Pencegahannya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Perguruan tinggi merupakan ruang pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan warga kampus lainnya berhak mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik tanpa mengalami kekerasan seksual. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dan inklusif.