Mahasiswa STT Soteria Purwokerto Praktik Langsung Penggunaan SPEAKS untuk Pelaporan Kekerasan Seksual
Purwokerto – Pengenalan mekanisme pelaporan kekerasan seksual melalui teknologi digital terus dilakukan oleh tim riset Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Kali ini, tim peneliti melaksanakan sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi SPEAKS di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Soteria Purwokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Berbeda dari sosialisasi yang hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencoba menggunakan aplikasi SPEAKS secara langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fungsi aplikasi dan mekanisme pelaporan, tetapi juga mempraktikkan proses registrasi akun hingga melakukan simulasi pelaporan melalui sistem tersebut.
Dalam kegiatan ini, tim peneliti memandu mahasiswa memahami tahapan penggunaan aplikasi, mulai dari registrasi sebagai pengguna, mengenali fitur-fitur yang tersedia, hingga mengikuti alur pelaporan dugaan kasus kekerasan seksual. Praktik langsung ini dirancang agar mahasiswa lebih familiar dengan sistem yang diperkenalkan dan memiliki gambaran konkret mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika membutuhkan saluran pelaporan.


Melalui praktik tersebut, mahasiswa juga diajak memahami bahwa pelaporan merupakan salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Ketersediaan aplikasi digital perlu disertai dengan pemahaman pengguna mengenai prosedur pelaporan serta peran pihak kampus dalam menindaklanjuti laporan yang masuk.
Tim peneliti turut menjelaskan alur penanganan laporan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) kampus. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara pelapor, sistem SPEAKS, dan pihak yang bertanggung jawab dalam proses tindak lanjut laporan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bahwa aplikasi tersebut merupakan bagian dari mekanisme pendukung penanganan kekerasan seksual, bukan sekadar sarana untuk menyampaikan pengaduan.
Kegiatan sosialisasi dan praktik ini merupakan bagian dari riset PPKS yang mendapatkan pendanaan melalui program MORA The Air Funds, hasil kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Riset tersebut mendorong pengembangan dan pemanfaatan inovasi digital untuk mendukung penguatan sistem pelaporan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan di STT Soteria Purwokerto menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan pemanfaatan aplikasi SPEAKS kepada sivitas akademika. Dengan mencoba sendiri proses registrasi dan pelaporan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal keberadaan aplikasi, tetapi juga memahami cara menggunakannya ketika diperlukan.
Tim peneliti berharap sosialisasi berbasis praktik ini dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa terkait pelaporan kekerasan seksual sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Upaya tersebut membutuhkan dukungan teknologi, kesiapan mekanisme kelembagaan, serta partisipasi aktif seluruh warga kampus dalam membangun budaya saling menghormati dan melindungi.
Berita Lainnya
Tim Riset PPKS Sosialisasikan Aplikasi SPEAKS di STT Diakonos Purwokerto, Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Tim riset Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) melaksanakan sosialisasi penggunaan aplikasi SPEAKS di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Diakonos Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital.
FGD Tata Kelola Naskah Akademik Bahas Penguatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Berbasis Aplikasi SPEAKS
Upaya memperkuat tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) terus dikembangkan melalui penyusunan naskah akademik yang komprehensif dan berorientasi pada perlindungan korban. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Naskah Akademik Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan di Hotel Sunan pada 10 Agustus 2026.