FGD Tata Kelola Naskah Akademik Bahas Penguatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Berbasis Aplikasi SPEAKS

SURAKARTA – Upaya memperkuat tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) terus dikembangkan melalui penyusunan naskah akademik yang komprehensif dan berorientasi pada perlindungan korban. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Naskah Akademik Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan di Hotel Sunan pada 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi forum diskusi strategis untuk mengkaji dan menyempurnakan draf naskah akademik mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, khususnya melalui penguatan tata kelola layanan berbasis aplikasi SPEAKS (Smart Platform for the Elimination of Abuse and Sexual Violence).

FGD menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan tata kelola kelembagaan. Narasumber pertama adalah Dr. Mulyanto, S.H., M.Hum., selaku Ketua Kantor Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS). Narasumber kedua adalah Dr. Bakhrul Amal, M.Kn., pakar hukum tata negara dari UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan perspektif hukum terhadap penyusunan naskah akademik, termasuk pentingnya memastikan keselarasan antara kerangka regulasi, mekanisme kelembagaan, serta prosedur pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Penyusunan naskah akademik diharapkan tidak hanya memberikan landasan konseptual, tetapi juga menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam membangun sistem layanan yang terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan korban.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dalam tata kelola layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Melalui aplikasi SPEAKS, proses pelaporan dan penanganan kasus diharapkan dapat didukung oleh mekanisme yang lebih sistematis, mulai dari penyampaian laporan, tindak lanjut penanganan, hingga pemantauan proses penyelesaian sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Pengembangan layanan berbasis aplikasi ini juga menuntut perhatian terhadap prinsip kerahasiaan identitas pelapor dan korban, keamanan data, perlindungan dari potensi viktimisasi berulang, serta kepastian mekanisme tindak lanjut. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak sekadar menjadi sarana digitalisasi pelaporan, tetapi juga bagian dari upaya membangun tata kelola layanan PPKS yang aman, responsif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

FGD diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, antara lain praktisi hukum, pengelola layanan PPKS, perwakilan Biro Hukum UIN Raden Mas Said Surakarta, serta sejumlah praktisi lain yang memiliki perhatian terhadap isu pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam penyempurnaan naskah akademik, terutama dalam menghubungkan aspek regulasi dengan kebutuhan nyata pelaksanaan layanan di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui diskusi dan pertukaran pandangan antarpeserta, penyusunan naskah akademik diharapkan mampu menghasilkan rumusan tata kelola yang tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga aplikatif dalam pelaksanaan. Hal ini mencakup pembagian kewenangan antarlembaga, kejelasan alur layanan, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan aplikasi SPEAKS sebagai instrumen pendukung pelaporan dan pemantauan penanganan kekerasan seksual.

Penyelenggaraan FGD ini menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan ekosistem perguruan tinggi keagamaan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. Dengan dukungan regulasi yang memadai, kelembagaan yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta sistem layanan digital yang memperhatikan hak dan keamanan korban, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Hasil pembahasan dalam FGD selanjutnya diharapkan menjadi masukan substantif bagi penyempurnaan draf naskah akademik tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan seksual berbasis aplikasi SPEAKS, sekaligus mendukung penguatan komitmen perguruan tinggi keagamaan dalam mewujudkan lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika.

 

Berita Lainnya

Mahasiswa STT Soteria Purwokerto Praktik Langsung Penggunaan SPEAKS untuk Pelaporan Kekerasan Seksual

Pengenalan mekanisme pelaporan kekerasan seksual melalui teknologi digital terus dilakukan oleh tim riset Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Kali ini, tim peneliti melaksanakan sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi SPEAKS di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Soteria Purwokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Tim Riset PPKS Sosialisasikan Aplikasi SPEAKS di STT Diakonos Purwokerto, Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Tim riset Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) melaksanakan sosialisasi penggunaan aplikasi SPEAKS di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Diakonos Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital.